Upaya melestarikan warisan budaya lokal serta memberdayakan ekonomi warga pemukiman terus digalakkan oleh dinas kebudayaan melalui program pendampingan perajin kriya. Pemerintah melancarkan program pembinaan sanggar seni pembuatan kain tenun tradisional guna meningkatkan kualitas produk, kerapihan motif, serta daya saing ekonomi para perajin di daerah. Program pendampingan ini difokuskan pada pengayaan teknik pewarnaan alami dan penggunaan benang berkualitas tinggi agar produk tenun ikat daerah mampu menembus pasar internasional.
Dalam kegiatan pelatihan bagi anggota sanggar seni kriya kain tersebut, para perajin senior diajak untuk mendokumentasikan motif-motif kuno warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Para peserta juga dibekali dengan pengetahuan tata kelola bisnis kerajinan kriya, mulai dari penentuan harga jual yang adil hingga penggunaan media pemasaran digital untuk menjangkau para kolektor kain. Pembelajaran berbasis praktik menganyam benang ini terbukti sukses menumbuhkan kembali minat para pemuda daerah untuk meniti karier sebagai pengrajin tenun tradisional.
Dukungan pengembangan sarana pada sanggar seni kain tradisional ini terbukti sukses meningkatkan produktivitas dan pendapatan ekonomi para perajin perempuan di kawasan pemukiman. Produk kain tenun ikat hasil pembinaan kini memiliki kombinasi warna yang lebih indah, tidak mudah luntur, serta memiliki variasi motif modern yang sangat disukai oleh para perancang busana nasional. Keberhasilan program ini sekaligus mengangkat kembali popularitas kain tenun tradisional sebagai produk budaya unggulan daerah yang bernilai seni tinggi.
Apresiasi dan rasa bangga disampaikan oleh para budayawan dan pengurus organisasi kebudayaan daerah atas keberlanjutan program pendampingan kelompok pengrajin kain ini. Karya kain tenun buatan warga kini rutin diikutsertakan dalam berbagai pameran seni dan busana di tingkat nasional maupun luar negeri. Pengalaman ini memberikan motivasi yang sangat besar bagi para perajin untuk terus menjaga keaslian budaya lokal sambil terus berinovasi mengikuti perkembangan tren mode.
Melalui pembinaan kelompok kesenian dan kerajinan tradisional yang konsisten ini, diharapkan kelestarian warisan budaya tenun ikat daerah dapat terus terjaga hingga generasi penerus mendatang. Pemberdayaan ekonomi berbasis seni budaya tradisional terbukti sukses mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat tanpa merusak nilai-nilai kearifan lokal. Dinas kebudayaan berkomitmen untuk selalu mendukung perkembangan sanggar-sanggar seni warga demi terwujudnya kemajuan kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat.
